Evaluasi Pendidikan NTT: Dorong Penguatan Karakter, Peningkatan Kompetensi, dan Program One School One Product (OSOP)
Evaluasi Pendidikan NTT: Dorong Penguatan Karakter, Peningkatan Kompetensi, dan Program One School One Product (OSOP)
SABU RAIJUA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Sabu Tengah, pada tanggal 30 september 2026. Kunjungan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK), Bapak Alfonsius Ara Kian, S.Fil., serta Kepala Bidang Pembinaan SMK (Kabid SMK), Bapak Ayub S. P. Sanam, S.Pd., M.Pd., guna memantau kondisi lapangan sekaligus membahas agenda krusial terkait mutu pendidikan di NTT.
Acara diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Bapak Melki Gustaf Leo Ere, S.Pd., Gr. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Kepala SMA Negeri 1 Sabu Tengah, Ibu Dintje A. Djede Bire, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur yang mendalam dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan dari jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Kunjungan ini juga didampingi oleh Koordinator Pengawas (Korwas) Dikmen Kabupaten Sabu Raijua, Bapak Jermias Henuk, S.Pi, serta Sekretaris MKKS SMA Kabupaten Sabu Raijua, Bapak Gabriel Kueain, S.Pd., Gr. Pertemuan ini turut dihadiri pula oleh Kepala SMA Negeri 1 Sabu Timur, Bapak Imanuel Mangngi, S.Pd., Gr.
Dalam sesi pertemuan ini, penyampaian informasi kedinasan dan pembinaan kelembagaan dibagi secara terstruktur berdasarkan bidang tugas masing-masing kepala bidang:
Kabid Pembinaan SMK, Bapak Ayub S. P. Sanam, S.Pd., M.Pd.:
1. Data Satuan Pendidikan di NTT
Berdasarkan pemutakhiran data kelembagaan terbaru, sebaran sekolah menengah di NTT saat ini tercatat sebagai berikut:
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) : 365 sekolah.
Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kisaran 900-an sekolah.
2. Arah Kebijakan Gubernur NTT untuk Bidang Pendidikan
Terdapat dua pilar utama yang menjadi arahan langsung dari Gubernur NTT guna merombak sistem pembelajaran di daerah :
Penguatan Karakter & Inklusivitas: Penanaman karakter yang kuat bagi murid yang dinilai menantang agar diberikan penguatan khusus. Kurikulum diarahkan agar lebih inklusif dan melatih lulusan yang siap kerja atau berwirausaha secara efektif.
Peningkatan Kompetensi Akademik: Respons cepat terhadap hasil asesmen mutu.
3. Rapor Merah Hasil Asesmen dan Evaluasi Guru
Disoroti hasil capaian literasi dan numerasi murid NTT yang saat ini berada di bawah 50%, menempatkan NTT di posisi buncit dari 38 provinsi di Indonesia.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa capaian nilai Teacher Education Assessment (TEA) guru berbanding lurus dengan hasil belajar murid. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan menginstruksikan perbaikan langsung pada Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan memfokuskan materi pada konten-konten esensial serta meningkatkan kualitas penyusunan soal ujian (LOTS menuju HOTS).
4. Terobosan Kreatif: Program One School One Product (OSOP)
Kabid SMK mendorong penguatan potensi daerah melalui ekosistem digital dan hilirisasi. Salah satu fokusnya adalah pemanfaatan produk lokal, seperti kelapa.
Optimalisasi Kelapa: Mengolah sabut kelapa menjadi cocofiber, cocopeat, hingga bahan jok mobil mewah. Sekolah juga diarahkan mengembangkan kompetensi pengolahan daging kelapa dan minyak kelapa murni (VCO).
Komoditas Lain: Pengembangan budidaya Mangga Udang untuk diolah menjadi jus, serta hilirisasi kain tenun ikat bermotif khas (seperti Kain Sabu). Saat ini, tercatat ada 25 sekolah yang mulai memanfaatkan potensi sumber daya ini.
Kabid Pembinaan GTK, Bapak Alfonsius Ara Kian, S.Fil.:
5. Manajemen Kepegawaian, Gaji, dan PPPK
Kabid GTK menekankan beberapa poin penting terkait tata kelola dan regulasi kepegawaian guru:
Evaluasi Kinerja: Mulai tahun depan, evaluasi kinerja guru akan diperketat dan dilakukan setiap tahun sekali. Analisis kebutuhan guru PPPK harus disesuaikan dengan beban jam mengajar yang terpenuhi.
Anggaran Gaji: Pembayaran upah ditekankan bersumber dari APBD dan dana BOS. Sekolah diperbolehkan menambah insentif, namun bukan dialokasikan untuk pembiayaan komponen gaji pokok/honor inti ASN.
Kenaikan Pangkat & Ukom: Guru fungsional diwajibkan mengikuti Uji Kompetensi (Ukom).
Izin Belajar: Guru yang menempuh tugas belajar wajib mengantongi izin resmi dari Gubernur melalui rekomendasi BKD agar ijazah barunya dapat disesuaikan pada sistem Dapodik.
6. Penegakan Disiplin Total sebagai Teladan
Disiplin bagi guru PNS maupun PPPK adalah harga mati. Kedisiplinan bukan hal yang rumit, melainkan cukup dengan menaati regulasi yang ada secara adil dan merata. Guru diharapkan menjadi teladan nyata bagi murid, baik dari segi ketepatan waktu masuk kelas maupun cara berpakaian. Sebagai bentuk apresiasi bagi tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi, pemerintah akan memprioritaskan pemberian penghargaan negara berupa Satya Lencana Karya Satya.
Sesi Tanya Jawab
Pertemuan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Perwakilan pertanyaan dari pihak sekolah disampaikan oleh Bapak Melki Gustaf Leo Ere, S.Pd., Gr., yang mengajukan pertanyaan :
1. Bantuan alat untuk kegiatan OSOP: Menanggapi hal ini, Bapak Kabid SMK menjelaskan bahwa pendekatan utama yang dilakukan adalah dengan melihat potensi yang ada serta memanfaatkan kekuatan sumber daya di sekitar sekolah untuk mengembangkan potensi tersebut secara optimal.
2. Pengurusan Satya Lencana dan PAK Integrasi: Pertanyaan ini dijawab langsung oleh Bapak Kabid GTK. Beliau menegaskan bahwa pihak Dinas akan segera membangun komunikasi dengan pengurus terkait agar proses administrasinya dapat diselesaikan secepat mungkin.
Penutup
Kehadiran jajaran pimpinan Dinas P&K Provinsi NTT di Bumi Rai Hawu—Tanah Gula yang manis dan penuh kehangatan ini—meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Sabu Tengah. Perjalanan jauh yang ditempuh dengan melintasi bentangan langit udara serta membelah riaknya ombak Laut Sawu, terbukti membawa secercah harapan dan cahaya kepedulian yang nyata bagi masa depan anak-anak di pulau ini. Informasi dan pembinaan yang diberikan kini menjadi suluh semangat baru bagi pendidik setempat untuk terus bergerak maju.
Sesi kunjungan kerja ini diakhiri dengan suasana akrab melalui foto bersama, ramah tamah, serta doa penutup yang dipimpin oleh Ibu Wara Widiawati Lobo, S.Pd., Gr. Pertemuan berharga ini menegaskan sebuah pesan kuat: meski lautan membentang luas dan jarak memisahkan daratan, namun semangat untuk memajukan pendidikan di NTT akan selalu menyatukan langkah kita.

"Jarak Boleh Memisah Daratan, Tetapi Semangat Untuk Memajukan Pendidikan di NTT Akan Selalu Menyatukan!"






