Pertemuan MKKS Bahas OSOP, FLS3N, dan OSN di SMAN 1 Sabu Barat
Pertemuan koordinasi terkait program One School One Product (OSOP) dilaksanakan di SMAN 1 Sabu Barat pada hari Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah, perwakilan guru koordinator OSOP, guru PKWU, serta guru muatan lokal (mulok) dari SMA/SMK se-Kabupaten Sabu Raijua.
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan program OSOP sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan di setiap sekolah.
Program OSOP merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTT yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi sekolah, mengembangkan potensi daerah, serta mencetak wirausaha muda sejak bangku sekolah.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa setiap sekolah mengelola produksi secara mandiri. Hasil produksi selanjutnya akan dipajang di NTT Mart tingkat Dikmen Sabu Raijua (SARAI) yang berlokasi di salah satu gedung SMAN 1 Sabu Barat, dengan sistem pembagian keuntungan antara pihak sekolah dan pengelola
Selain itu, disepakati pula bahwa sosialisasi program OSOP akan dilakukan secara rutin pada setiap apel pagi dan siang di sekolah masing-masing.
Pengawas Sekolah (Korwas) juga memberikan penegasan terkait pentingnya peningkatan disiplin di lingkungan sekolah, meliputi disiplin kehadiran, disiplin dalam mengajar, serta disiplin dalam berpakaian. Guru wali kelas diharapkan berperan aktif dalam memantau perkembangan siswa yang menjadi tanggung jawabnya. Selain itu, ditekankan pula pentingnya gerakan menjaga kerapihan dan kebersihan lingkungan belajar.
Sebagai bentuk pengawasan, Korwas akan melakukan pemantauan langsung ke sekolah dan kelas tanpa pemberitahuan sebelumnya. Setiap kegiatan sekolah juga diwajibkan untuk dibuatkan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Dalam sesi pemaparan, masing-masing sekolah menyampaikan produk unggulan mereka, di antaranya:
SMK Negeri 1 Sabu Barat dipercayakan sebagai pengelola Dapur Flobamorata tingkat Dikmen
Adapun produk unggulan dari masing-masing sekolah meliputi:
SMAN 1 Sabu Timur : keripik pisang
SMAN 1 Sabu Tengah: VCO dan gula semut
SMAN 1 Liae: VCO dan stik pepaya
SMAN 2 Liae: stik pepaya dan keripik labu
SMKN 1 Sabu Barat: 13 produk, antara lain stik rumput laut, stik ikan, kerupuk ikan, olahan ubi jalar ungu dan putih, abon ikan kombong dan lele, kerupuk udang, bistik ikan, stik ubi, kacang asin, kacang telur, roti manis, dan roti abon
SLB: tanaman hias, kemoceng, popcorn, dan kacang telur
SMAN 2 Sabu Barat: stik kelor, stik buah lontar, bunga hias, lampu hias, serta gantungan kunci dari batok kelapa
SMAN 1 Sabu Barat: VCO, keripik pisang, kacang padisko, tas dan dompet dari tempurung kelapa, serta bunga meja
SMKN 2 Sabu Barat: produk multimedia dan pengelasan seperti kompor dari oli bekas, rak bunga besi, meja hias, serta jasa cetak ID card, foto, dan stiker
SMAN 2 Hawu Mehara: tenun ikat
SMAN 1 Hawu Mehara: tenteng, tenun ikat, dan VCO
Selain program OSOP, pertemuan ini juga membahas persiapan pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Setiap sekolah diminta untuk menyampaikan data cabang lomba yang telah didaftarkan agar dapat disesuaikan dengan mata lomba yang akan diperlombakan di tingkat sekolah. Pelaksanaan FLS3N tingkat MKKS dijadwalkan berlangsung pada tanggal 20–30 April, dan seluruh sekolah diwajibkan untuk berpartisipasi.
Di samping itu, turut dibahas pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang akan dilaksanakan secara daring (online). Dalam hal ini, dilakukan pemetaan kesiapan masing-masing sekolah. Setiap sekolah diwajibkan untuk mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan.
Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh sekolah, dapat terus meningkatkan disiplin, mengembangkan potensi lokal melalui program OSOP, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai ajang kompetisi guna meningkatkan kualitas pendidikan.






